AFIF IS A COOL KID WITH TUMBLR

a college student, moron in some situation, All eater, bathroom musician, goofy dreamer,
Your Next Public Figure
I Have to Write
I Have to Publish
You Have to Read
You Have to Follow
Ask me anything

Hoopla ~

heute geht nicht zu gut, ich habe genuh mmhh actually I’ve nothing to post but, kinda stuck in the boredom of learning .. hmm
I got the final test for tomorrow, the subject is psychology of communication, my favorite subject this term, because of the lecturer was tought us very well, interactive, give us some beautiful example in every sub-subject which was very relevant with any circumstances and our social lives. kinda don’t wanna lose her, so I can learn and earn much along my study in college. but time goes bye .. junior will come about 3 months again, I’ll be their senior for sure, getting older, hopefully nggak cuman umur gua aja yang move-on tapi kedewasaan gua juga bisa move .. getting wiser, be a better person for my environment, social live, be a good boy for my mom, be a gentleman for my dad, be a patient brother for my bro and sistaah, be more asik, gaul, enak diajak diskusi, debate, main, wasting time, becanda with my buddies out there, I miss you all guys, anyway. see you soon pals. All we gotta do is become a better person, start form this day on, its obvious. The problem is many from us can’t realize that God just let us to enjoy the time, not to own it. Soon to be a broadcaster, I pray. I think my head miss my bed damn much, well .. sleep then. Goodnight All, Allah bless you all .. Mercy .. Love .. Health .. Wealth .. kinda great, isn’t it ? Ask Him, Obey Him, then you got it :)

biarkan aku begini

semuanya gara gara maling sialan. entah engkau siapa dan dimana, yang jelas kau sialan. karena sejumlah uang yang kau inginkan, entah kau khilaf atau sengaja, tapi tadi malam kau berhasil mengusik ke-harmonisan keluargaku, sehingga si-yang-mengandungku menjadi bingung harus berbuat apa karena ulah mu, sehingga si-yang-mencarikan-aku-makan harus marah marah kepadaku (dan adik-adikku), dan itu semua amat sangat mengganggu.

tapi sebenarnya aku juga ingin ber-terima-kasih padamu (walaupun kau tetap sialan), karena ulah nakal mu, aku jadi tahu apa yang si-yang mengandung dan si-yang-mencarikan-aku-makan pikirkan terhadapku .. tersirat mereka ragu terhadapku, tidak mendukungku dengan penuh, dan AKU TIDAK SUKA ITU. mereka meng-interupsi mimpi dan cita ku, dan sekali lagi AKU TIDAK SUKA ITU ! aku muak, benar benar muak. aku geram, mungkin lebih galak dari yang biasa anjing lakukan ketika menggeram. pedih rasanya .. sedikit pilu, abu abu
aku hanya ingin (selalu datang) memberi kejutan, kado spesial, hadiah, atau apalah itu namanya yang membahagiakan .. yang membuat mereka bangga akan anak pertama yang amat susah dilahirkan sampai harus membelah perut yang mengandungnya .. aku hanya ingin memberikan sedikit senyum kepada kalian .. hanya ingin menjadi sosok kakak, abang yang baik yang bisa dibanggakan oleh adik-adik .. tanpa kalian harus tahu apa yang aku pikirkan dan alami dibalik itu semua ..
tolong dukung aku, tolong ..
jangan ragukan ..
biarkan aku begini ..

[Um das Video abspielen zu können, wird Flash 10 benötigt]

unegua:

24OURS Graduation, 23 April 2011 #Part 1

[Um das Video abspielen zu können, wird Flash 10 benötigt]

unegua:

24OURS Graduation, 23 April 2011 #Part 2

setahun ; kemarin

setahun kemarin
aku tidak disini,
tidak diatas kasur empuk nyaman yang akan dengan mudahnya aku tertidur jika aku mau.
aku tidak begini,
tidak mengenal kota metropolitan yang membuatku berpikir 2x saat akan mengeluarkan uang karena semuanya .. kok mahal ya ?
aku tidak disini,
tidak di lingkungan yang menuntut eksistensi, agar terlihat menjadi pribadi yang lebih baik dari yang lainnya
aku tidak begini,
tidak menginginkan banyak hal, kecuali sahabat sahabatku ..

setahun kemarin
aku disana,
diatas kasur lapuk yang entah lebih nyaman daripada kasurku sekarang, karena aku tiduri dengan penuh rasa ikhlas dan kemandirian.
aku begitu,
hidup apa adanya, belajar, bermain, tertawa, senang, seolah duka hanya fatamorgana sesaat atau ilusi yang numpang lewat
aku disana,
di kota budaya, dimana tata krama dan kesopanan menjadi hal yang sangat tabu untuk dilanggar
aku begitu,
sederhana, ditemani beberapa saudara saudara terbaikku dari berbagai penjuru negeri, yang menjadi memori terindah sepanjang hidupku

setahun kemarin,
adalah hari terakhirku bisa memeluk erat mereka semua, menitikkan air mata di pundak dan dada mereka, sambil berkata “Terimakasih atas semua pengalaman manis, tawa riang canda yang indah ..”

setahun kemarin,
ketika aku benar benar membuat senyumku sendiri, tanpa mereka ..

setahun .. terasa seperti baru kemarin ya .. ?

ehem

Entah. Iri banget sama mereka yang bisa ehem secara normal. Cara mereka ehem tuh unik dan macem macem gitu. Gua pengen banget bisa ehem ehem dengan cara gua. Pas mereka ehem, mereka seolah nggak ehem padahal ehem. Cara mereka ehem kesannya ehem padahal romantis. Akan menjadi suatu ehem kalo gua ehem karena pasti orang orang bakal ehem ehem-in gua. Pengen banget bisa ikut-ikutan ehem kaya ehem ehem yang lain. Oh meeeeeeen, gila dah gua malem ini lagi ehem banget ! gua bener bener ehem pokonya !!

lalalala

Sebenernya yang gua akan post ini agak ribet.
To the point ajadeh, gua pengen punya Abang. Kakak. atau apalah yang bisa gua tua-kan. sebenernya pas sekolah di pondok, gua punya sahabat yang gua anggap kakak dan abang gua sendiri, saking mereka baiknya sama gua, klop, gila, nyambung, semua deh. Adha dan Dieni, lo berdua jauh banget broo, satu di Jogja, satu lagi Jerman. hmm. entah ya yang bikin gua begini itu apa, sebenernya gua itu manja, tapi mungkin selalu bersikap tegar dan kokoh di depan 4 adek gua. gua nggakmau keliatan jeleknya di mata mereka. gua survive apa yang bisa gua lakuin biar mereka punya sosok yang bisa dicontoh. Sementara gua ? gua juga pengen punya sosok yang di tua-kan selain orang tua, yang bisa lebih easy going kalo ngobrol, haha hehe, becanda, jalan, whatever lah. Gua iri sama adek adek gua yang bisa curhat, nanya, minta tolong, minta saran ke gua saat mereka kesusahan. Gua memang dituntut lebih dewasa. Bahkan di umur gua yang akan menginjak kepala 2 ini 2 bulan lagi, gua masih berkutat dengan khayalan gua, fantasi, hal hal gila yang bahkan kadang temen temen gua pun heran dengan pemikiran gua. Entah memang ada yang salah dengan otak gua, entah gua kebanyakan nonton tv. Nggaktaudeh ya .. ribet ya
buat Adha (Ata) salam kangen deh buat lo bang, sukses basket lo dan kuliah lo ye, gua udah jarang banget bahkan hampir nggak basket lagi nih, kayanya 3 point shoot gua udah nggak akurat lagi deh, kapan kapan basketan lagi ya bro. Kita kalahin tuh cina cina regina pacis hahaa
buat elo Dieni, hmm doakan saya bisa menyusul ke negeri panser ya, jalan jalan naik trem keliling jerman, trus naik kereta ke paris, trus ngelewatin jembatan yang di depan katedral yang keren banget itu.
Miss you all buddies.
Gute Nacht und viel Glück

right ?

is that you ?

Hey ! you look like barbie

Yes, I’m Beautiful and Taller, right ?

No ! but Plastic and No Brain, poor you, wahaha

Bulan Sabit di Tengah Laut

Bulan maret ini adalah bulan film nasional. gua, dan beberapa temen gua, ada rizky rifkhi oji dan juli memanfaatkan waktu waktu padat kuliah kami, untuk menyempatkan berkunjung ke Kineforum, acara tahunan anak Institut Kesenian Jakarta di Taman Ismail Marzuki. Banyak film yang diputar disana dan semua itu GRATIS ! semua boleh nonton, semua boleh masuk, tapi harus datang lebih cepat tentunya, karena kursinya yang terbatas. kami pun memilih sebuah film dengan judul seperti judul post ini, Bulan Sabit di Tengah Laut. sebuah film dokumenter yang apik, sarat makna dan budaya. ber-setting di pulau sumbawa, nusa tenggara timur sana, adalah suku bingun, suku yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan. Lebih tepatnya mereka hanya mencari ikan untuk memenuhi kebutuhan makan mereka sehari-hari. Diceritakan bahwa adalah sebuah keluarga yang terdiri dari seorang Ayah yang amat mencintai keluarganya, tinggal di rumah kayu daerah tanah berpasir, disekelilingi air, berpikir selalu sederhana dan mementingkan kebutuhan anak anaknya. Anak nya tua mencalonkan sebagai Kepala Desa di suku bungin, namun belum berhasil karena kalah suara dalam pemilihan. Tetapi anak itu dapat mengambil pelajaran dan tetap rendah hati. Adapun anak yang masih bersekolah di SMA, harus pergi jauh dari rumah, tinggal di sebuah kamar kontrakan yang kumuh, berusaha untuk lulus dari Sekolahnya, dan walaupun dititipkan sejumlah uang oleh orangtuanya, anak tersebut berusaha untuk menghemat dan mengembalikan uang tersebut kepada Ayahnya saat kelulusan SMA dan kembali pulang ke rumah. Saat anak ini sakit pun, iya tidak henti hentinya menyebut nama Tuhan dan amat sangat terlihat pasrah. Ayahnya pun tak henti menyemangati dan berdoa untuk kesembuhan anaknya.

sebuah film yang kompleks. amat sangat berbeda dengan kehidupan Jakarta yang semuanya terbiasa dengan kemewahan. saya tersentuh dengan kesantunan seorang anak kepada orangtuanya, seorang anak yang dapat mengambil pelajaran dari sebuah kekalahan, seorang anak yang mampu mengerti keadaan keluarga dan yang paling menyentuh adalah bagaimana seorang ayah melakukan apapun demi kebahagiaan keluarganya .. sebuah kisah yang berbeda, dimana di dalam keseharian kita sudah terbiasa dengan semua yang otomatis, kurang menghargai apa yang telah kita punya dan selalu menyalahkan keadaan. Alangkah bodohnya kita apabila tidak juga bersyukur atas semua yang telah kita miliki .. karena masih banyak diluar sana yang hidup untuk nanti siang atau nanti malam pun masih belum terfikir .. semoga film Bulan Sabit di Tengah Laut bisa menjadi inspirasi seorang Ayah yang baik, seorang anak yang santun dan semua individu yang rendah hati ..

Heroes are made, Not born

Chevrolet Spark

jadilah orang yang mewarnai, bukan diwarnai

Mia Fawzia, Dosen Psikologi Komunikasi Vokasi Universitas Indonesia

Penulis yang gagal adalah penulis yang ragu-ragu, atau takut memulai tulisannya. Penulis yang berhasil adalah dia, yang berani memulai dan konsisten menulis tulisan demi tulisan sampai selesai. Kawan penulis yang budiman, yuk mari, beranikan mengawali tulisan seburuk apapun itu hasilnya. Tak usah takut, tak usah persoalkan kualitas dulu. Itu nanti.

Suyatna Pamungkas

bukan ambisius, tapi orang yang pintar memanfaatkan situasi dan kondisi disekitarnya untuk membuat dirinya lebih maju daripada orang lain, dan elo semua harus begitu !

Mia Fawzia, Dosen Psikologi Komunikasi, Vokasi Universitas Indonesia

More Information